Entah bagaimana,
Muqadimah niat mencelikkan kelam dunia,
fitrah insan tersimpul jua,
Bagaimana bisa ku tolak,
Pabila takdirNya mendahului segala,
Kau dan aku,
Dari bersahabat - terpatrinya cinta..
Aku bisa mendengar dendang kalbumu,
Taktala ia mula berirama,
Kutahu rentak melodinya- kerna lagu kita serupa..
Dalam selitan hari-hari yang indah,
Yang kita lalui bersama,
Tangis dan tawa memori terindah,
Hingga sisa-sisa pertemuan itu bagai enggan dilepaskan,
Kau tahu suatu masa kita akan terpisah,
Bukan kerna marah namun demi cita-cita,
Jasad terpisah berbatu nautika - namun hatiku dan hatimu menjadi satu,
Kau lepaskan permatamu pergi,
seiring hembusan angin rindu,
~Salam kasih~
Tia Shnm
No comments:
Post a Comment