Along,
di balik wajah kaku itu,
terpancar kasih yang mendamaikan,
terpancar sayang yang kau cuba sembunyikan..
Along,
senyummu mengusir jerih yang berselirat di wajah tulusmu,
tawamu mengubat pahitnya rasa dunia,
dan tangan itu, setia memimpin di denai landai, setia menongkat di curam lurah.
Along,
mata hitammu menjadi saksi,
Along,
senyummu mengusir jerih yang berselirat di wajah tulusmu,
tawamu mengubat pahitnya rasa dunia,
dan tangan itu, setia memimpin di denai landai, setia menongkat di curam lurah.
Along,
mata hitammu menjadi saksi,
adik-adikmu kehilangan insan dikasihi,
lalu kau berkorban segenap rasa,
agar saudaramu kembali tertawa,
bagimu - tawa mereka adalah segalanya..
Along,
bagimu - tawa mereka adalah segalanya..
Along,
biarpun bahumu derita dihempuk amanah,
yang begitu berat dan sarat,
hingga sukar untukmu melangkah,
hingga sukar untukmu melangkah,
namun,
kau tetap menapak,
kau tetap menapak,
hingga kakimu berdarah, parah mengagah arah,
kau tetap tenang menerima,
biarpun badai melambung bahtera,
dan,
kau tetap tenang menerima,
biarpun badai melambung bahtera,
dan,
kau tetap setia,
mendendangkan kami keroncong bahagia.
Sungguh,
Kau yang bernama Along..
mendendangkan kami keroncong bahagia.
Sungguh,
Kau yang bernama Along..
~Salam kasih~
Tia shm
No comments:
Post a Comment